Beasiswa Pendidikan Islam

Berlomba Dalam Kebaikan

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh.. suatu ketika orang-orang faqir dari kalangan sahabat Muhajirin menemui Rasulullah saw untuk menanyakan sesuatu yang menurut mereka sangat penting… mereka mengatakan: ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ “ya Roululloh… Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat yang tinggi di sisi Alloh dan kenikmatan yang abadi.”…………… Apa itu? يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى “Mereka shalat sebagaimana kami shalat,  وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa,  وَيَتَصَدَّقُونَ وَلاَ نَتَصَدَّقُ namun ketika mereka bersedekah, kami tidak mampu melakukannya, وَيُعْتِقُونَ وَلاَ نُعْتِقُ. Ketika mereka mampu membebaskan tawanan, kami tak mampu melakukannya.” Mendengar itu, Rosululloh saw pun bersabda: “Maukah aku ajarkan kepada kalian, suatu amal yang dengannya kalian bisa menyamai amal mereka, bahkan tak ada seorang pun yang bisa melebihi keutamaaan kalian? kecuali orang tersebut juga berbuat seperti yang kalian lakukan..“ Mereka menjawab, “tentu ya Rasulullah” Lalu Nabi saw pun bersabda تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ مَرَّةً » “hendaklah kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid sebanyak 33 kali di setiap selesai shalat fardhu.” Setelah mendengar sabda Nabi saw tersebut, merekapun pulang dengan senang hati, karena mereka mendapatkan suatu amal yang kalau dilakukan bisa menyaingi amalannya orang-orang kaya… Kemudian, Ketika waktu sholat fardhu telah selesai, mereka pun berzikir dengan semangat sebagaimana yang telah diajarkan Nabi saw… Ma’asyirol muslimin… setelah ebberapa waktu, orang-orang kaya itupun tahu bahwa Rosululloh saw-lah yang mengajarkan mereka zikir tersebut… lalu merekapun ikut berzikir sebagaimana orang-orang faqir berzikir… Apa yang terjadi setelah orang-orang fakir itu melihat bahwa orang-orang kaya pun berzikir sebagaimana mereka berzikir?.. mereka kembali menghadap Rosululloh saw, mereka mengatakan; سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا، فَفَعَلُوا مِثْلَهُ. “Ya Rosululloh… Ternyata saudara-saudara kami yang kaya itu, telah mendengar zikir yang kami kerjakan, lalu mereka pun juga mengerjakannya!” Lantas Nabi saw bersabda: « ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ » “Itu adalah karunia Alloh yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya!” HR. Bukhari dan Muslim Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… pada hadis yang mulia ini, terdapat banyak faidah yang mesti kita jadikan pelajaran dalam kehidupan kita… di antaranya: Yang pertama: hadis ini menunjukkan kepada kita tentang persaingan yang menakjubkan, berlomba dalam amal sholeh, berlomba dalam kebaikan… perlombaan yang semestinya juga terjadi pada kita semua… karena memang Alloh swt memerintahkan kita untuk saling bersegera dalam amal sholeh…Alloh swt berfirman سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ “Berlomba-lombalah kalian untuk beramal sholeh, yang bisa menghantarkan kalian kepada ampunan Rabb kalian dan juga bisa menghantarkan kalian ke dalam surga yang luasnya seluas langit dan bumi…” (QS. Al Hadiid: 21) Kemudian, faidah yang kedua: hadis ini mestinya menjadi cermin bagi kita… yang merasa faqir, teladanilah orang faqir dari kalangan para sabahat, dimana mereka sama sekali tidak sedih apalagi iri terhadap orang-orang kaya dalam hal materi dunia, baik itu uang, rumah, pakaian ataupun kendaraan mereka… Yang mereka sedihkan adalah karena mereka tak mampu beramal seperti beramalnya orang-orang kaya, seperti berinfak fie sabilillah, zakat, haji dan lain-lain… karena mereka tak punya harta… ketika orang-orang faqir tidak bisa ikut berjihad di jalan Alloh, lantaran tidak ada kendaaraan yang bisa digunakan… mereka bersedih..kesedihan yang Alloh abadikan dalam firman-Nya: تَوَلَّوْا وَّاَعْيُنُهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا اَلَّا يَجِدُوْا مَا يُنْفِقُوْنَۗ ٩٢ “Mereka pun kembali pulang sambil bercucuran air mata lantaran sedih karena tidak memiliki harta yang bisa mereka infakkan (untuk ikut berjihad di jalan Alloh). (At-Taubah: 92) Kemudian, Hadis ini juga semestinya menjadi cermin bagi orang-orang kaya zaman ini.. dimana harta mereka tidak melalaikan mereka. Mereka semangat beramal sholeh dan juga rajin berinfak di jalan Alloh. Mereka tidak menghambur-hambur hartanya untuk menyumbang acara-acara yang dimurkai Alloh, seperti pesta-pesta, konser-konser musik, ritual-ritual kesyirikan, ataupun untuk acara hura-hura lainnya… Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… kemudian faidah yang ketiga: bahwa hadis ini terdapat kabar gembira bagi orang-orang beriman, dimana jalan-jalan kebaikan dalam Islam itu begitu banyak. ketika amal A tidak mampu dilakukan, ada amal B yang mampu kita kerjakan… فَكُلٌ تَسبِيْحةٍ صَدقةٌ ، وكُلُّ تحْمِيدَةٍ صدقَةٌ ، وكُلُّ تهْلِيلَةٍ صَدَقةٌ ، وكلُّ تَكْبِيرةٍ صَدَقَةٌ ، وأمْرٌ بالمعْرُوفِ صدقَةٌ ، ونَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صدقَةٌ » رواه مسلم . “Mengucapkan subahanalloh adalah sedekah, meng-ucapkan alhamdulillah adalah sedekah, mengucapkan Laa ilaaha illalloh adalah sedekah, mengucapkan Allahu Akbar adalah sedekah, beramar ma’ruf adalah sedekah, dan melarang kemungkaran juga sedekah…”  (HR. Muslim) Jadi, bagaimanapun kondisi kita, selalu ada jalan untuk beramal sholeh, selalu ada jalan untuk kebaikan… Ma’asyirol muslimin.. demikianlah beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari hadis yang mulia ini… semoga Alloh swt memberikan hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita bisa bersemangat untuk beramal sholeh baik sholatnya, sedekahnya, dakwahnya dan amal-amal sholeh lainnya… أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،

Read More »

Beramal Sholeh

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ … فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Alloh  berfirman dalam QS. Fushilat ayat 46: مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ (٤٦) “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu Menganiaya hamba-hambaNya.” Pada ayat yang mulai ini kita diingatkan bahwa ketika kita beribadah, beramal sholih manfaatnya bukan untuk orang lain apalagi untuk Alloh … namun semua amal sholih yang kita lakukan, manfaatnya akan kembali kepada kita yang beramal… Syaikh Abdurrahman as Sa’diy dalam Taisiru Karimir Rahman mengaatakan, “Amalan yang baik dinamakan amal shalih karena dengan sebab amal shalih yang dilakukan seorang hamba, urusan dunia dan akhiratnya akan menjadi baik dan akan hilang seluruh  keadaan-keadaannya yang buruk.” (Taisiru Karimir Rahman: 1/62,cet:Markaz Shalih bin Shalih ats Tsaqafiy). Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Alloh  telah banyak memberikan dorongan kepada kita untuk beramal sholeh… Di antara targhib motivasi dari Alloh  agar kita semangat beramal sholeh.. Yang pertama: Alloh Menjamin Kehidupan Orang yang beramal sholih dengan kehidupan yang baik, di dunia terlebih di akhirat. Alloh swt berfirman dalam QS. An-Nahl: 97, مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝٩٧ 97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. الرزق الحسن في الدنيا, الرِّزْق الْحَلَالِ الطَّيِّبِ, القناعة, السعادة Kemudian yang kedua: Alloh Menjamin Orang-orang yang beramal sholih, bahwa Dosa dan Kesalahan mereka Akan diampuni dan dihapus. Alloh swt berfirman dalam QS. Al-Ankabut: 7, وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَحْسَنَ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝٧ 7. dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka Balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. Pada ayat yang lain, Alloh swt berfirman, فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ۝٥٠ 50. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. (QS. Al-Hajj: 50) Kemudian yang ketiga: Alloh Menjamin orang-orang yang beramal sholih, mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Alloh swt berfirman dalam QS. Al-Bayyinah: 7-8, إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ ٧ جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّـٰتُ عَدْنٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ ٨ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah Sebaik-baik makhluk… Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. Kemudian yang keempat: Orang yang beramal sholih dijanjikan dapat bertemu dengan Alloh swt. Alloh swt berfirman dalam QS. Al-Kahfi: 110, قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًۭا صَـٰلِحًۭا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا ١١٠ 110. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. Jarir bin Abdullah berkata: “Kami pernah duduk bersama Rasulullah, kemudian beliau memandang bulan yang sedang purnama, lalu beliau bersabda: ”Sesungguhnya kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, tidak ada yang menghalangi kalian untuk melihat-Nya.. [HR.Bukhari Muslim] Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… demikia juga Rosululloh  banyak memberikan motivasi agar kaum muslimin giat untuk berama sholih… Beliau sering mengingatkan dengan sabdanya: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah melihat kepada hati dan amal shalih kalian.” (HR. Muslim) يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ “Ada tiga perkara yang akan mengiringi seorang yang meninggal dunia. Dua perkara akan kembali, dan hanya satu yang akan tetap tinggal. Perkara yang akan mengiringinya: keluarga, harta, dan amalannya. Namun keluarga dan hartanya akan pulang (meninggalkannya), dan hanya amalannyalah yang akan tetap tinggal (menemaninya).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) “datang kepadanya seorang laki-laki yang berwajah tampan, berpakaian rapi, dan wangi aromanya, kemudian ia berkata, “Berbahagialah dengan hal yang membuatmu senang. Inilah hari yang dahulu dijanjikan kepadamu.” Maka seorang mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan.” Maka ia pun menjawab, “Aku adalah amal shalihmu.”” (HR. Ahmad) KHUTBAH KEDUA الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ..

Read More »

Bahaya Syirik

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ … Kaum muslimin rohimakumulloh… Alloh  berfirman dalam Qur’an surat Ibrohim ayat 35: وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ (٣٥) “dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Robbku, Jadikanlah negeri Mekkah ini, negeri yang aman, dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.” Ayat ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrohim as kepada Alloh … dan kita tahu bahwa Beliau merupakan kekasih Alloh, Nabi yang benar-benar bertauhid, dan bagaimana beliau pernah menghancurkan berhala-berhala dengan tangannya sendiri… akan tetapi beliau tetap saja merasa takut perbuatan syirik ini terjadi pada beliau dan juga anak-anaknya… Demikian juga dengan Nabi Muhammad , beliau senantiasa berdoa: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari perbuatan syirik yang tidak aku ketahui” (HR al-Bukhari) Lantas bagaimana dengan kita? Tentunya kita harus lebih waspada lagi dan lebih dituntut lagi untuk meminta perlindungan kepada Alloh  dari perbuatan syirik ini… Kaum muslimin rohimakumulloh… sadarilah bahwa kita ini hidup di tengah-tengah merebaknya kesyirikan, banyaknya para dukun santet, dukun pemburu dukun santet, pemburu hantu dan dukun-dukun lainnya… maraknya ilmu-ilmu pelet, santet dan tenaga dalam… banyaknya orang-orang yang bersekutu dengan jin untuk medapatkan kekuatan supra natural atau untuk mencari kekayaan… semua itu telah tersebar dan disaksikan oleh jutaan kaum muslimin baik secara langsung maupun melalui media sosisal seperti youtube dan lain-lain… kaum muslimin rohimakumulloh… jika kita melihat realita kesyirikan yang mengerikan ini, sudah selayaknya kita banyak-banyak meminta perlidungan kepada Alloh  agar selamat dari kesyirikan ini… selain itu, semua kita harus bahu membahu tanpa henti, untuk saling mengingatkan, bahwa betapa berbahayanya perbuatan syirik ini… dampaknya sungguh sangat mengerikan…baik di dunia terlebih di akhirat kelak… dan di sepanjang sejarah kehidupan, ketika bencana-bencana, musibah-musibah terjadi dari berbagai sisi kehidupan… di belakangnya selalu ada Kesyirikan yang dilakukan… coba kita perhatikan… Alloh berfirman tentang bahayanya kesyirikan, dalam Qur’an surat Al An’am ayat 88: ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ “Seandainya mereka berbuat syirik, niscaya gugurlah amal-amal yang telah mereka kerjakan.” (QS. al-An’am: 88) Juga pada surat Al-Furqon ayat 23: وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا (٢٣) “Kami hadapkan semua amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan” (QS. Al-Furqon: 23) Dalam 2 ayat ini, sangat jelas sekali ancaman bagi mereka yang berbuat syirik… seluruh amalnya tidak bernilai sama sekali di sisi Alloh swt… Sholatnya, puasanya, hajinya, infaq shodaqohnya dan lain sebagainya…semua tak berbekas dan tak bernilai… bagaikan debu yang beterbangan… Kemudian dalam surat an-Nisa ayat 48, Alloh  juga berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Alloh bisa saja mengampuni dosa selain (syirik), bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Karena siapa yang berbuat syirik kepada Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang amat besar.” [QS. an-Nisa’ (4): 48] Ini adalah ancaman kedua kepada mereka yang berbuat kesyirikan… mereka tidak akan pernah diampuni Alloh  jika mereka tidak bertaubat sebelum matinya… padahal Alloh itu Ghofurur-rohim (Maha pengampun lagi Maha penyayang)… tapi untuk perkara syirik ini, tidak ada ampunan bagi mereka… Kemudian, di dalam surat Al-Maidah ayat 72, Alloh  pun berfirman: إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ “Sesungguhnya orang yang berbuat syirik, telah diharamkan oleh Alloh untuk memasuki surga dan tempat yang layak baginya adalah neraka, serta tidak akan ada seorang penolong pun yang dapat membantu orang-orang zalim itu.” (QS. Al Maidah: 72). Kaum muslimin rohimakumulloh… setelah Alloh  menggugurkan amal-amal mereka, kemudian Alloh tidak akan mengampuni mereka… Alloh  menambah derita pelaku kesyirikan ini, bahwa mereka diharamkan masuk surga selamanya… dia tidak akan pernah merasakan nikmatnya memasuki surga, nikmatnya segala fasilitasnya yang telah Alloh  sediakan bagi mereka yang memasuki surga… Lantas dimana tempat orang-orang yang berbuat syirik? وَمَأْوَاهُ النَّارُ “…tempatnya ada di neraka…” Mereka akan akan dibakar dengan api yang panasnya 69 kali lipat dari panasnya api dunia… dan mereka akan kekal merasakan azab-Nya…. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik, (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6). أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ Kaum muslimin rohimakumulloh…  tidak ada pilihan bagi kita, jika kita ingin selamat dari neraka dan bahagia masuk ke dalam jannah, kecuali kita harus menjadi orang-orang bertauhid dan menghindar sejauh-jauhnya dari praktek-praktek kesyirikan… karena.. مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ “Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak berbuat syirik, pasti akan masuk surga… dan sebaliknya, Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik, ia pasti akan masuk neraka.” (HR. Muslim) Semoga kita dan keluarga kita semua dijauhkan oleh Alloh  dari perbuatan syirik ini dan dari dampak buruknya سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَلَمِيْنَ..

Read More »

Bahaya Khomer

إن الحمد لله نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أما بعد، فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد { ص ع م } وشر الأمور محدثاتها و كل محدثات بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار Maasyirol muslimin rohimakumulloh… Alloh swt berfirman dalam surat al Maaidah ayat 90… يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون، “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib, semuanya merupakan dosa yang termasuk dari perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keselamatan di dunia dan akhirat..” (QS. Al-Maidah: 90) Pada ayat yang mulia ini sangat jelas sekali bahwa Alloh swt telah mengharamkan khomer atau minuman keras dan memerintahkan kita semua untuk tidak meminumnya bahkan mendekatinya saja kita dilarang… Dan kita sudah yakini bersama, bahwa ketika Alloh swt mengharamkan sesuatu pasti di dalamnya ada keburukan, kerusakan dan keberbahayaan…termasuk ketika Alloh mengharamkan untuk meminum khomer ini. Namun, sangat2 disayangkan… di negeri yang katanya mayoritas kaum muslimin, negeri yang katanya menjungjung adab ketimuran… justru khomer ini bisa didapat dengan mudah oleh siapapun… Pabriknya sangat banyak sekali, di setiap kota selalu ada, belum lagi warung2 mirasnya sudah tersebar di seluruh wilayah bahkan pelosok sekalipun… Karena itu tidak lagi heran, kita dapati banyaknya remaja-remaji yang sudah candu meminum minuman khomer ini… Bahkan suatu saat akan datang suatu kaum yang justru menghalalkannya…hal ini sebagaimana yang disabdakan Rosululloh saw: لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، “Sungguh akan ada dari umatku, kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi laki2), khomr, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari, 5/2123 no. 5268) Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… untuk mengingatkan kita semua, sekaligus untuk membangun kesadaran kita akan betapa berbahayanya khomer ini, di sini akan disebutkan beberapa hal yang menunjukkan keberbahayaannya… Pertama, bahwa khomer itu… ketika diminum, akan membuat peminumnya mabuk, lalu hilang akalnya… Akal yang kedudukannya sangat penting dalam Islam, Akal yang salah satu fungsinya agar bisa memahami al-Qur’an dan Hadis…agar bisa membedakan yang benar dan yang salah… Tetapi ketika hilang akal sehatnya, perbuatannya tidak bisa dikendalikan lagi… dia akan berbuat semaunya… dia akan selalu membuat onar dan memancing permusuhan, dia tidak lagi bisa beribadah, mengingat Alloh hingga enggan untuk sholat… Inilah tujuan utama setan dalam menyesatkan manusia melalui khomer ini… Alloh swt berfirman: اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ “Setan bertujuan menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian melalui minuman keras dan judi, serta untuk menghalangi kalian dari mengingat Allah hingga meninggalkan sholat… maka kapankah kalian mau berhenti?.” (QS. Al-Maidah: 91) Kemudian yang Kedua, bahwa khomer itu induk dari keburukan dan kejahatan… Hal ini sebagaimana sabda Rosululloh saw: الخَمْرُ أُمُّ الخَبَائِثِ… “Khomer itu adalah induk berbagai macam keburukan…” (HR. Ath-Thabrani. Dalam hadis yang lain, beliau juga bersabda: لَا تَشْرَبْ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ “Janganlah meminum khomr! karena khomer adalah kunci pembuka segala kejahatan.” (HR. Ibnu Majah) Ketika di suatu masyarakat telah merebak para peminum khomer, maka otomatis segala kemungkaran dan segala kerusakan lainnya akan bermunculan. Pembunuhan yang terjadi dimana-mana, belasan ribu orang  meninggal dunia setiap tahunnya di negeri kita ini… Tawuran yang hampir terjadi setiap malam.. Pemerkosaan, Perzinahan dan konser-konser kemaksiatan dimana-mana… Semua itu terkadi karena ada miras di tengah-tengah mereka… miras-lah induk dari semua kerusakan itu… Suatu Ketika Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, pernah berkisah…(yang secara singkatnya), bahwa dahulu ada seseorang yang dijebak oleh seorang wanita pezina, sehingga membuatnya harus memilih salah satu dari 3 pilihan.. apakah berzina, ataukah membunuh seorang bayi ataukah meminum khomer… Lalu ia pun memilih minum khamer (karena dari 3 pilihan tersebut inilah yang paling ringan dibandingkan berzina apalagi membunuh). namun apa yang terjadi setelah ia minum? Akal sehatnya hilang…dan ketika akalnya hilang akhirnya ia pun berzina dan juga membunuh bayi itu. Lalu beliau mengatakan, “karena itu jauhilah khamer, demi Alloh, iman itu tidak dapat menyatu dengan khomer di diri seseorang, ketika bersatu, salah satunya pasti keluar.” (HR. An-Nasa’i) Kemudian Yang ketiga, bahwa khomer itu akan mendatangkan laknat Alloh swt… baik bagi Peminumnya maupun mereka yang terkait dengannya, semuanya dilaknat oleh Alloh swt, mereka akan dijauhi Alloh dan mereka terancam mendapat azab-Nya… hal ini sebagaimana sabda Rosululloh: لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ “Alloh melaknat khomr, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang memerasnya, yang mengambil hasil perasan-nya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Abu Dawud) Selanjutnya Yang keempat, peminum khomer, sholatnya tidak diterima, ia tidak diberi pahala atas sholatnya… hal ini sebagaimana sabda Rosululloh: مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ وَسَكَرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةُ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا، وَإِنْ مَاتَ دَخَلَ النَّارَ، فَإِنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ “Barangsiapa minum khomr dan mabuk, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari, dan jika meninggal sebelum bertaubat, maka ia terancam masuk neraka. (Tetapi) jika ia bertobat, maka Alloh akan menerima tobatnya.” (HR. Ibnu Majah). Kemudian yang kelima, pecandu khomer terancam tidak masuk ke dalam surga…hal ini sebagaimana sabda Rosululloh saw: لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ خَمْرٍ “Terancam tidak akan masuk surga, orang yang candu minum khomr.” (HR. Ibnu Majah) أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… dengan melihat betapa berbahayanya miras ini, baik bagi pribadi, keluarga, masyarakat bahkan negara…

Read More »

Allah Maha Kaya

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ … فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّار. Kaum muslimin…. Alloh  berfirman يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ “Wahai manusia, kalian itu faqir; sangat butuh kepada Alloh; sedangkan Alloh Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15) Ayat yang mulia ini mengingatkan kita, bahwa Alloh swt Al-Ghoniy; Maha Kaya. Kekayaan yang benar-benar tidak terbatas dan kekayaan yang meliputi semua ada di langit dan di bumi. لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ “Kepunyaan Alloh-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Alloh benar benar Mahakaya lagi Maha Terpuji.” (al-Hajj: 64) Kekayaan Alloh  tidak akan berkurang apalagi hilang, meskipun semua permintaan hamba-hamba-Nya dikabulkan semuanya… hal ditegaskan langsung oleh Alloh  dalam hadits Qudsi, يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ, مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ “Wahai hamba-Ku, seandainya manusia dan jin, dari yang pertama hingga yang terakhir, mereka berkumpul pada satu tempat, lalu semuanya berdoa dan meminta kepada-Ku, lalu Ku-kabulkan permintaannya masing-masing, yang demikian itu, sama sekali tidak mengurangi apa yang ada pada sisi-Ku kecuali hanya seperti jarum yang dicelupkan ke dalam lautan.” (Sahih, HR. Muslim) Rosululloh juga telah bersabda: يَدُ اللَّهِ مَلْأَى لاَ تَغِيضُهَا نَفَقَةٌ سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، وَقَالَ: أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِي يَدِهِ “Tangan Alloh selalu penuh. Kekayaan-Nya tidak pernah berkurang meskipun Alloh selalu memberi, malam dan siang, kepada seluruh makhluk. Coba kalian perhatikan, sudah berapa banyak pemberian Alloh kepada para makhluk-Nya sejak diciptakan langit dan bumi… itu semua sama sekali tidak mengurangi apa yang ada di tangan-Nya” (Sahih, HR. al-Bukhari dan Muslim) Kaum muslimin… Alloh  Maha kaya, Maha Kaya yang sama sekali tidak membutuhkan apapun dari makhluk-Nya… bahkan peribadahan yang kita tujukan untuk-Nya pun, sama sekali bukan untuk kepentingan Alloh… semua peribadahan yang kita lakukan adalah untuk kepentingan kita sendiri. Alloh Azza wa Jalla berfirman: وَرَبُّكَ الْغَنِيُّ ذُو الرَّحْمَةِ “Rabbmu Maha Kaya yang mempunyai sifat kasih sayang. [al-An’am/ 6:133] Imam Syaukani rahimahulloh mengatakan: Bahwa Alloh Azza wa Jalla Maha kaya terhadap makhluk-Nya. Dia tidak membutuhkan mereka dan tidak pula membutuhkan ibadah mereka. Iman mereka tidak memberi manfaat apapun kepada Alloh Azza wa Jalla dan kekafiran mereka juga tidak mendatangkan madharat apapun kepada-Nya. Ini senada dengan sabda Rosululloh saw dalam hadits qudsi, bahwa Alloh Azza wa Jalla berfirman: “Wahai hamba-Ku.. Seandainya manusia dan Jin, dari yang pertama hingga yang terakhir, semuanya menjadi bertakwa.., itu sama sekali tidak menambahkan kekuasaan-Ku sedikitpun. Wahai para hambaKu! Seandainya manusia dan Jin, dari yang pertama hingga yang terakhir, semuanya menjadi penjahat.., itu sama sekali tidak mengurangi kekuasaan-Ku sedikitpun.” [Hadits Qudsi Shahih Riwayat Imam Muslim]. Kaum muslimin… Alloh  benar-benar Maha Kaya… Maha Kaya yang selalu berbuat baik, pemurah dan selalu melimpahkan pemberian-Nya kepada semua makhluk-Nya. Pemberian-Nya terus mengalir dalam setiap waku dan keadaan… Alloh  telah menjamin rizki setiap makhluk yang ada di muka bumi ini… وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا “Tidak ada satupun makhluk yang hidup di muka bumi melainkan Alloh telah menjamin rezkinya.” (Huud: 6). Alloh-lah yang telah memberikan kekayaan dan kecukupan kepada kepada kita semua.. وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ “Sesungguhnya Dialah Alloh, yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” [an-Najm/53:48] Karena itu siapa yang ingin dicukupkan kehidupannya dan dimudahkan segala urusannya, maka teruslah berdoa dan meminta kepada Alloh yang Maha Kaya… Apa saja yang kita butuhkan dalam kehidupan kita, jangan ragu untuk senantiasa memohon, meminta kepada Alloh …. Alloh Ta’ala telah berfirman: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ “Berdoalah kepadaKu, pasti akan Aku kabulkan doa kalian…” (QS. Ghafir: 60). Jangan sekali-kali kita berharap, memohon dan meminta kepada makhluk… karena.. itu hanya akan menghasilkan kekecewaan, mereka tidak akan mungkin mampu memenuhi segala kebutuhan kita. Hanya Alloh Azza wa Jalla, al-Ghaniy, yang Maha Kaya dan memenuhi segala kebutuhannya. Jangan mengambil jalan-jalan yang haram untuk meraup kekayaan, seperti halnya praktek riba, mencuri, menipu dan korupsi… itu semua tidak akan bisa mendatagkan kebaikan sama sekali… Jangan meninggalkan jalan-jalan ketakwaan dan jalan perjuangan dakwah hanya demi keuntungan dunia yang sementara… Alloh Maha Kaya, Maha Pemberi kekayaan dan kecukupan di manapun kita berada dan di manapun kita bekerja… Rezeki kita sudah diatur dan sudah ditentukan. Kita berikhtiar, rezekinya sudah diatur oleh Alloh …. Nabi shallAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda, كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ “Alloh telah mencatat takdir setiap makhluk, 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim اقول قولي هذا…. KHUTBAH II الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.. Kaum muslimin rohimakumulloh… Alloh  Al-Ghoniy; Maha Kaya… jangan ragukan kekayaan dan pemberian-Nya yang terus mengalir kepada kita, bergantunglah dan bertawakkal kepada Alloh Azza wa Jalla, jalani kehidupan ini dengan ketenangan dan ketenteraman. Tetaplah fokus dalam taat kepada Alloh  dan dalam berjuang membela agama-Nya… Ingatlah selalu pesan Rosululloh saw: مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، “Barangsiapa yang akhirat menjadi obsesinya, maka Alloh akan mengkayakannya, melancarkan semua urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.  وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ “Siapa yang menjadikan dunia

Read More »

Kenali Allah disetiap Kondisi

  إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …   Ma’āsyiral Muslimīn rahimakumullāh… Alloh swt berfirman dalam surat Fushshilat ayat 51: وَاِذَآ اَنْعَمْنَا عَلَى الْاِنْسَانِ اَعْرَضَ وَنَاٰ بِجَانِبِهٖۚ وَاِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُوْ دُعَاۤءٍ عَرِيْضٍ “Apabila Kami berikan nikmat kepada manusia (seperti kekayaan dan Kesehatan), ia berpaling dan menjauhkan diri. Namun apabila ia ditimpa kesusahan (seperti kemiskinan dan penyakit), barulah ia berdoa dengan doa yang panjang.” Ayat ini menggambarkan sifat manusia yang mudah lupa diri. Ketika sehat, kaya, dan hidup terasa mudah, ia acuh terhadap Rabb-nya. Namun saat musibah datang, barulah ia menghiba dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Ini adalah sifat tercela—menjadi hamba yang hanya mengingat Alloh ketika terjepit, namun melupakannya saat lapang. Ma’āsyiral Muslimīn rahimakumullāh… terkait hal ini, Rosululloh saw juga pernah berpesan: تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ “Kenalilah Alloh di waktu lapang, niscaya Alloh akan mengenalmu di waktu sempit.” (HR. At-Tirmidzi) Dalam hadis yang mulia ini, Rasulullah ﷺ mengingatkan kita bahwa di saat hidup sedang mudah dan lapang, di saat badan sehat, rezeki cukup dan masalah belum datang, hendaklah kita mengenal Alloh dengan cara bertakwa kepada-Nya, memperbanyak ibadah, dan tidak lalai dari ketaatan. Jika kita menjaga hubungan dengan Alloh di masa tenang, niscaya Dia tidak akan meninggalkan kita, Alloh akan menjaga kita di masa-masa sulit, di waktu sakit, tua, atau dalam kesempitan hidup. Jangan sampai kita menjadi hamba yang hanya mengingat Alloh ketika sedang berada dalam kesulitan saja. Ini adalah sifat orang-orang musyrik zaman dahulu, yang baru mau menyebut nama Alloh ketika bahaya datang menghampiri mereka. Alloh Ta‘ālā berfirman: وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا “Apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, tiba-tiba tidak terlintas di benak kalian Tuhan-Tuhan yang biasa kalian memohon kepadanya. Justru yang ada di benak kalian hanyalah Alloh. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kalian sampai ke daratan, kalian pun berpaling lagi. Dan manusia itu memang sangat tidak bersyukur.” (QS. Al-Isrā’: 67) Di dalam ayat yang lain, Alloh Ta’ala berfirman, فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ “apabila mereka naik kapal lalu terancam bahaya, mereka berdoa dengan tulus hanya kepada Alloh. Namun ketika Alloh menyelamatkan mereka sampai ke darat, mereka pun berbuat syirik kembali.” (QS. Al-‘Ankabut: 65) Kedua ayat yang mulia ini lagi-lagi menunjukkan kepada kita betapa tercelanya orang-orang yang hanya mengenal dan mengingat Alloh ketika berada dalam keadaan susah dan sempit saja, sedangkan ketika dalam keadaan lapang, mereka justru berpaling, lalai, sibuk dalam kesenangan dunia, dan tidak menghadap kepada Alloh sama sekali, seakan tak mengenal Alloh… Jama’ah Jumat yang dirahmati Alloh… Mari kita bercermin kepada Nabi Dawud ‘alaihis salam. Beliau adalah seorang nabi sekaligus seorang raja—seorang pemimpin dengan kekuasaan yang luas dan kedudukan yang tinggi. Namun meskipun memiliki segalanya, beliau tidaki lupa kepada Alloh…beliau tetap sangat tekun dalam beribadah. Sampai-sampai Rasulullah saw bersabda: أَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ، وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ، وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وَيَصُومُ يَوْمًا، وَيُفْطِرُ يَوْمًا “Sholat yang paling dicintai Alloh adalah sholat Nabi Dawud, dan puasa yang paling dicintai Alloh adalah puasanya Nabi Dawud. Beliau tidur separuh malam, lalu bangun untuk shalat selama sepertiga malam, dan tidur lagi seperenamnya. Beliau juga berpuasa selang-seling—sehari puasa, sehari tidak.”(HR. Bukhari dan Muslim) Lihatlah, meskipun beliau seorang raja, kekuasaan dan kekayaan tidak membuatnya lalai dari ibadah kepada Alloh Ta’ala. Bahkan di tengah kesibukan dan kelapangan yang beliau miliki, beliau justru semakin dekat kepada Alloh, dengan memperbanyak sholat malam dan puasa sunnah. Inilah teladan sejati bagi orang-orang yang diberikan kenikmatan dunia: semakin banyak nikmat yang Alloh berikan, seharusnya semakin banyak pula rasa syukur dan amal sholeh yang dilakukan. Karena itu, Alloh Ta’ala berfirman kepada keluarga Nabi Dawud: اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ “Wahai keluarga Dawud, beramAlloh sebagai tanda syukur (kepada Alloh). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang benar-benar bersyukur.” (QS. Saba’: 13) بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ KHUTBAH II الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.. Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Ibnu ‘Abbas radhiyAllohu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallAlloh ‘alaihi wa sallam bersabda, اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara:  (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al-Hakim) Oleh karena itu, hendaknya kita mengingat dan mengenal Alloh dengan banyak beribadah di waktu mudamu, di waktu sehatmu, di waktu kayamu, di waktu luangmu dan di waktu hidupmu… niscaya Alloh akan mengenalmu dan menjagamu di waktu tuamu, di waktu sakitmu, di waktu butuhmu, di waktu sibukmu dan di waktu matimu… Semoga kita termasuk hamba yang bersyukur, yang mengenal Alloh di setiap keadaan—baik dalam lapang maupun sempit. Semoga Alloh menjadikan kita hamba yang selalu istiqamah dalam ketaatan, dan tidak hanya mencari-Nya saat terjepit.  

Read More »