Lompat ke konten utama

Beasiswa Pendidikan Islam

"Syukron jazakumullah kepada para pengurus dan asatidz yang telah membina kami di ma'had." (Choirul Anwar, S.Pd.I) "Tempat belajar mengenal Manhaj Ahlussunah sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah." (Apud Saputra, S.Th.I., S.Pd.I., M.Pd) "Program kaderisasi dai Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang luar biasa." (Dr. Sujian Suretno, S.Th.I., M.M) "Alhamdulillah mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat." (Dr. Solahudin, Lc., MA.Hum) "Teruslah belajar dan menebar manfaat." (Dr. Unang Wahidin, M.Pd.I) "Program sangat bagus dan melatih dakwah di tengah masyarakat." (Deni Rahmad, S.Pd.I) "Alumni perlu forum keluarga besar dan silaturahmi." (Dr. M. Hidayat Ginanjar, M.Pd.I) "Banyak tambahan ilmu dan wawasan dakwah selama belajar di ma'had." (Miftahun Nailil Murod, Lc) "Syukron jazakumullah kepada para pengurus." (Choirul Anwar, S.Pd.I) "Tempat belajar Manhaj Ahlussunah." (Apud Saputra, S.Th.I., S.Pd.I., M.Pd)

Pembinaan Mahasantri melalui Puasa Sunnah Senin: Menumbuhkan Disiplin Spiritual dan Kebersamaan

Pembinaan karakter mahasantri tidak hanya dilakukan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui pembiasaan ibadah yang berkelanjutan. Salah satu bentuk pembinaan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan puasa sunnah Senin yang rutin diikuti oleh para mahasantri.

Sejak pagi hari, para mahasantri menjalani aktivitas perkuliahan dan kegiatan pembinaan dengan tetap menjaga komitmen ibadah puasa. Momentum ini menjadi sarana latihan pengendalian diri, kesabaran, serta penguatan spiritual di tengah aktivitas harian.

Puasa sunnah Senin memiliki nilai pendidikan yang mendalam. Selain sebagai ibadah, kegiatan ini membentuk kesadaran spiritual bahwa proses menuntut ilmu harus berjalan selaras dengan pembinaan ruhiyah dan akhlak.

Menjelang waktu Maghrib, para mahasantri berkumpul dalam suasana kebersamaan untuk melaksanakan buka puasa bersama. Kebersamaan sederhana tersebut menjadi ruang tumbuhnya ukhuwah Islamiyah, saling menguatkan, dan mempererat hubungan antar sesama mahasiswa.

Kegiatan pembinaan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan ibadah dan kehidupan kolektif yang positif. Melalui konsistensi pembinaan spiritual, diharapkan lahir generasi muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kedisiplinan, serta integritas moral yang tinggi.

Pembinaan berbasis ibadah menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang siap berkontribusi bagi masyarakat dengan bekal ilmu, akhlak, dan nilai keislaman yang kokoh.