Mahasiswa Beasiswa Pendidikan Islam Gelar Kegiatan Outdoor Besar Besaran: Perkemahan, Traking, dan Pembinaan Karakter di Tengah Alam — 28 November 2025
Sabtu, 28 November 2025 menjadi hari bersejarah bagi seluruh mahasiswa Beasiswa Pendidikan Islam. Semua unit dari Ma’had secara serentak mengikuti kegiatan outdoor yang dirancang untuk memperkuat karakter, meningkatkan kedisiplinan, mempererat ukhuwah, dan memberikan pengalaman spiritual serta edukatif langsung dari alam terbuka. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam hari, dengan rangkaian agenda padat dan penuh makna.
Kegiatan dimulai dengan pelepasan resmi oleh para pembina Ma’had sebelum peserta berangkat menuju kawasan perkemahan yang terletak di area perbukitan. Rute perjalanan dimulai dengan traking menyusuri jalur alam yang masih sangat asri. Jalan setapak membawa peserta melewati hamparan perkebunan teh yang luar biasa luas, terbentang hijau sejauh mata memandang. Tanaman teh tersusun rapi mengikuti kontur bukit, menciptakan pemandangan khas yang menyejukkan mata dan menenangkan pikiran. Udara segar pegunungan menambah semangat langkah para mahasiswa yang berjalan berkelompok sesuai unit masing-masing.
Sepanjang perjalanan, tampak jelas deretan gunung-gunung tinggi yang berdiri megah mengelilingi kawasan tersebut. Bentuknya yang menjulang seolah menjadi penjaga alam, memberikan nuansa kedamaian dan kebesaran ciptaan Allah SWT. Banyak peserta mengabadikan momen ini melalui foto dan video, namun sebagian besar memilih menikmati pemandangan secara langsung tanpa distraksi, menyerap ketenangan alam yang jarang mereka rasakan di tengah rutinitas pembelajaran.
Setibanya di lokasi utama, mahasiswa segera bergerak untuk mendirikan tenda. Aktivitas berkemah ini bukan hanya sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sarana latihan kemandirian, kerja sama tim, dan pengelolaan waktu. Setiap unit bekerja sama membagi tugas, mulai dari menata perlengkapan, mendirikan tenda, hingga menyiapkan kebutuhan logistik. Para pembina memberikan arahan ringan tentang tata cara berkemah yang aman serta prinsip menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.
Menjelang sore, peserta diberi waktu istirahat dan eksplorasi area sekitar. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk menikmati udara sejuk pegunungan, berinteraksi satu sama lain, dan mengamati keragaman flora di sekitarnya. Kegiatan informal seperti berbincang santai, bermain permainan kelompok, dan diskusi ringan turut mempererat ikatan antarmahasiswa lintas unit.
Ketika malam tiba, suasana berubah menjadi lebih syahdu. Meskipun suhu udara turun drastis dan hujan rintik-rintik mulai turun, semangat peserta tidak surut. Para mahasiswa berkumpul melingkar untuk mengikuti acara bakar jagung bersama. Percikan api unggun berpadu dengan aroma jagung yang dibakar menciptakan suasana hangat meski udara sekitar cukup dingin. Tawa, canda, dan obrolan akrab terdengar dari setiap lingkaran kelompok, membangun momen kebersamaan yang hangat dan sulit dilupakan.
Puncak kegiatan malam hari diisi dengan tasji’ da’wi singkat dari perwakilan Dewan Pengawas Pusat. Dalam penyampaiannya, Dewan Pengawas menekankan pentingnya menjaga adab dalam setiap aktivitas, memperkuat keimanan, serta membiasakan diri untuk menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Beliau juga mengingatkan bahwa kegiatan di alam seperti ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga bentuk syukur atas nikmat ciptaan Allah SWT serta sarana untuk melatih fisik, mental, dan spiritual.
Meskipun hujan semakin deras dan udara terasa semakin menggigit, para peserta tetap khusyuk mendengarkan tausiyah hingga selesai. Banyak yang mengaku bahwa suasana malam berhujan justru memberikan kesan mendalam, seolah menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan pasti diiringi ujian, dan setiap kebaikan membutuhkan keteguhan.
Kegiatan outdoor yang berlangsung selama satu hari penuh ini diakhiri dengan evaluasi singkat oleh panitia dan pembina. Secara keseluruhan, acara berjalan sangat lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Para mahasiswa kembali ke Ma’had dengan membawa pengalaman berharga, wawasan baru, hubungan yang lebih kuat dengan sesama, serta semangat baru untuk menjalani kegiatan pembinaan dan akademik ke depannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk penyegaran sekaligus sarana pembentukan karakter bagi seluruh penerima Beasiswa Pendidikan Islam. Selain mempererat ukhuwah, kegiatan semacam ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan alam, lebih mengenal diri, dan lebih memahami nilai-nilai syukur serta kebersamaan.