Beasiswa Pendidikan Islam

Keteladanan Tawassul dengan Amal Shalih: Pelajaran Iman dari Kisah Tiga Orang di Dalam Gua

Islam mengajarkan bahwa setiap kesulitan yang dialami seorang hamba tidak terlepas dari ujian keimanan dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Pertolongan Allah akan datang kepada hamba-Nya yang bertakwa, bersabar, serta bersungguh-sungguh dalam berdoa dan beramal shalih dengan penuh keikhlasan. Salah satu kisah yang sarat akan pelajaran iman dan akhlak adalah kisah tiga orang yang terperangkap di dalam gua, sebagaimana diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah ﷺ.

Dikisahkan, tiga orang laki-laki melakukan perjalanan hingga akhirnya mereka berteduh di sebuah gua. Tanpa diduga, sebuah batu besar jatuh dan menutup pintu gua tersebut, sehingga mereka tidak mampu keluar. Dalam kondisi yang sangat genting itu, salah seorang dari mereka mengajak dua temannya untuk mengingat amal shalih terbaik yang pernah mereka lakukan dengan penuh keikhlasan, kemudian menjadikannya sebagai wasilah dalam berdoa kepada Allah ﷻ agar diberikan jalan keluar.

Orang pertama bertawasul dengan amal baktinya kepada kedua orang tua. Ia mengisahkan bahwa setiap kali pulang dari menggembala ternak, ia selalu memerah susu dan mendahulukan kedua orang tuanya sebelum diberikan kepada istri dan anak-anaknya. Pada suatu hari, ia mendapati kedua orang tuanya tertidur lelap, sementara anak-anaknya menangis karena kelaparan. Ia memilih menunggu hingga orang tuanya bangun tanpa membangunkan mereka dan tanpa mendahulukan anak-anaknya. Dengan penuh keikhlasan, ia berdoa kepada Allah ﷻ agar amal tersebut menjadi sebab dibukanya jalan keluar. Atas izin Allah, batu penutup gua pun bergeser sedikit.

Orang kedua kemudian bertawasul dengan amal meninggalkan perbuatan maksiat karena takut kepada Allah. Ia menceritakan bahwa ia pernah memiliki kesempatan untuk berbuat zina dengan seorang wanita yang sangat ia cintai. Namun, ketika wanita tersebut mengingatkannya agar bertakwa kepada Allah dan tidak melanggar batasan syariat, ia segera mengurungkan niat dan meninggalkan perbuatan tersebut, meskipun ia mampu melakukannya. Dengan penuh ketundukan, ia memohon agar keikhlasannya dalam menjaga diri dari maksiat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah. Maka batu itu kembali bergeser, meskipun gua belum sepenuhnya terbuka.

Orang ketiga bertawasul dengan amal menjaga amanah dan menunaikan hak orang lain. Ia mengisahkan bahwa dahulu ia pernah menunda pemberian upah kepada seorang pekerja. Upah tersebut kemudian ia kelola hingga berkembang menjadi harta yang besar. Ketika pekerja itu datang menagih haknya, ia menyerahkan seluruh harta tersebut tanpa mengurangi sedikit pun. Ia pun berdoa kepada Allah ﷻ agar kejujurannya dalam menunaikan hak orang lain menjadi sebab dibukanya sisa pintu gua. Dengan izin Allah, batu besar itu pun terbuka sepenuhnya dan ketiganya berhasil keluar dengan selamat.

Kisah ini diriwayatkan secara shahih oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:

«انْطَلَقَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، حَتَّى آوَوُا الْمَبِيتَ إِلَى غَارٍ، فَدَخَلُوهُ، فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنَ الْجَبَلِ، فَسَدَّتْ عَلَيْهِمُ الْغَارَ…»
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi dalil yang jelas tentang disyariatkannya bertawasul kepada Allah dengan amal shalih yang dilakukan secara ikhlas. Hal ini sejalan dengan firman Allah ﷻ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya.”
(QS. Al-Mā’idah: 35)

Selain bertawasul dengan amal shalih, Islam juga mengajarkan untuk berdoa dengan menyebut nama dan sifat Allah yang Maha Indah. Allah ﷻ berfirman:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا
“Dan Allah memiliki nama-nama yang paling indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut.”
(QS. Al-A‘rāf: 180)

Melalui kisah ini, mahasiswa, santri, dan seluruh penerima manfaat Beasiswa Pendidikan Islam diajak untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan, bakti kepada orang tua, menjaga amanah, serta menjauhi maksiat dalam setiap keadaan. Amal shalih yang dilakukan dengan niat yang lurus bukan hanya menjadi bekal di akhirat, tetapi juga dapat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah ﷻ di dunia, khususnya di saat menghadapi ujian dan kesulitan dalam menuntut ilmu dan menjalani kehidupan.

Semoga kajian ini menjadi penguat iman serta motivasi untuk terus memperbaiki niat, menjaga akhlak, dan memperbanyak amal shalih dalam setiap langkah perjuangan di jalan Allah.

Kisah Lainnya