Ujian Ma’had Tahap 3: Santri Tingkat 1 Antusias Ikuti Ujian di Berbagai Unit

Pada hari Senin, 27 Oktober 2025, seluruh santri tingkat 1 dari berbagai unit Ma’had dengan semangat mengikuti ujian tahap ketiga. Ujian ini dilaksanakan serentak di lima unit Ma’had, yaitu Ma’had Imam Bukhori, Takrimul Qur’an, Riyadhussholihin, Azzuman, dan Imam Nawawi. Suasana ujian tampak khidmat dan penuh semangat sejak pagi hari. Para santri datang lebih awal, menyiapkan perlengkapan ujian, serta mengulang hafalan dan pelajaran yang telah dipelajari selama satu semester. Para asatidzah pun turut hadir untuk mengawasi dan mendampingi jalannya ujian agar berlangsung dengan tertib dan lancar. Adapun materi yang diujikan mencakup berbagai bidang keilmuan dasar Ma’had, di antaranya Ilmu Akhlak dan Adab, Tahfidzul Qur’an, Nahwu Shorof, Kitabah, serta pelajaran lainnya yang menunjang pembentukan karakter dan kemampuan bahasa Arab para santri. Melalui ujian ini, santri tidak hanya diuji dari segi hafalan dan pemahaman, tetapi juga kedisiplinan serta kejujuran dalam menghadapi setiap tantangan. Bagi sebagian santri, ujian ini menjadi momen untuk mengukur sejauh mana perkembangan belajar mereka selama masa perkuliahan Ma’had. “Alhamdulillah, walau agak tegang, tapi kami senang bisa melewati ujian tahap tiga ini. Banyak pelajaran yang kami dapat selama persiapan,” ungkap salah satu santri dengan senyum lega. Pelaksanaan ujian tahap 3 ini juga menjadi bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan oleh Ma’had guna memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan target dan visi pendidikan Islam yang berkarakter. Dengan berakhirnya ujian ini, diharapkan para santri dapat terus meningkatkan semangat belajar, memperbaiki kekurangan, dan menambah kesungguhan dalam menuntut ilmu. Semoga hasil ujian kali ini menjadi langkah awal menuju keberhasilan mereka di tahap-tahap berikutnya, serta menjadi amal jariyah bagi para asatidzah yang membimbing dengan penuh kesabaran.
Mahasiswa Beasiswa HASMI Siap Menghadapi Ujian Semester Genap

Bogor, 25 Oktober 2025 — Seluruh mahasiswa penerima Program Beasiswa Pendidikan Islam (HASMI) tengah bersiap menghadapi ujian semester genap yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 1 November 2025. Ujian ini menjadi salah satu agenda penting dalam kegiatan akademik di lingkungan program beasiswa HASMI, yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian belajar para mahasiswa selama satu semester terakhir. Peserta ujian kali ini terdiri dari mahasiswa tingkat 1 semester 1, tingkat 2 semester 3, serta mahasiswa magang semester 5. Mereka berasal dari berbagai kampus dan ma’had yang bernaung di bawah program beasiswa HASMI, yang dikenal sebagai salah satu program pengembangan pendidikan Islam unggulan di Indonesia. Menurut panitia pelaksana, seluruh mahasiswa diwajibkan membawa almamater resmi dan alat tulis lengkap sebagai perlengkapan ujian. Selain itu, setiap peserta juga diimbau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan belajar secara intensif menjelang pelaksanaan ujian. Persiapan belajar yang matang diharapkan dapat membantu mahasiswa menjawab setiap soal dengan baik dan memperoleh hasil yang memuaskan. Koordinator akademik beasiswa HASMI, Ustadz Rahmat, menyampaikan bahwa ujian semester genap ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan bentuk evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran para mahasiswa. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dan kejujuran. Ujian ini bukan hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas sebagai mahasiswa penerima beasiswa HASMI,” ujarnya. Lebih lanjut, pihak panitia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang ujian. Para mahasiswa diharapkan menjaga pola makan, memperbanyak istirahat, serta memperkuat doa dan ikhtiar agar diberikan kelancaran selama proses ujian berlangsung. Ujian semester genap kali ini menjadi momentum penting bagi seluruh mahasiswa beasiswa HASMI untuk menunjukkan hasil kerja keras dan dedikasi mereka selama masa perkuliahan. Hasil ujian nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengelola beasiswa dalam menilai perkembangan akademik sekaligus pembinaan karakter mahasiswa di setiap tingkatan. Dengan semangat belajar dan persiapan yang matang, diharapkan pelaksanaan ujian pada 1 November 2025 dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh keberkahan, serta menghasilkan generasi muda Islam yang unggul dalam ilmu dan amal.
Mahasiswa akan Melaksanakan Kegiatan Rutin bulanan (kegiatan outdoor)

Mahasiswa Gelar Kegiatan Outdoor untuk Tingkatkan Kepedulian Lingkungan dan Kekompakan Tim Selasa, 28 Oktober 2025 — Ratusan mahasiswa tingkat satu dari berbagai kampus atau ma’had akan mengikuti kegiatan outdoor yang diselenggarakan pada Selasa-Rabu (28–29 Oktober) di berbagai tempat/kawasan yang terdekat dari kampus tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan serta mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa serta membentuk pribadi-pribadi yang tanguh dan kuat secara fisik maupun mental. Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang tercantum dalam kurikulum bulanan/tahap dan diikuti oleh lebih dari ratusan mahasiswa dari berbgai mahad di bawah naungan program beasiswa pendidikan islam. Selama dua hari satu malam, peserta mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari hiking, team building, yel-yel, diskusi lingkungan, hingga campfire night, dan di sertai tausiyah dari para Asatidzah kampus (pondok) dan banyak lagi macam kegiatan tergantung dari kampus atau mahad yang akan menentukan rundown acaranya. “Tujuan utama kami adalah membangun kepekaan mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan, kuat mental dan fisik, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kerja sama, kepemimpinan, dan solidaritas.
Pengambilan Ijazah Ma’had Oleh Alumni

Pengambilan Ijazah Ma’had Oleh Alumni Dalam rangka penyelesaian administrasi akademik dan kelulusan, pihak Ma’had menginformasikan kepada seluruh alumni PBH (Program Beasiswa Hasmi) Tahun Lulusan 2020-2021 bahwa pengambilan ijazah ma’had dapat dilakukan atau di ambil setiap hari kamis dan Jum’at, 21 Oktober 2025, bertempat di ruang karyawan H2 (Hasmi Haroki) samping gedung MHI Putra pada jam kerja, yaitu pukul 09.00 – 11.00 lanjut pukul 14.00 – 16:00 WIB. Alumni diharapkan datang secara langsung Pengambilan ijazah hanya dapat dilakukan oleh alumni yang bersangkutan dan tidak dapat diwakilkan, Untuk menjamin kelancaran proses, alumni diimbau untuk berpakaian sopan dan menaati protokol yang telah ditentukan oleh pihak manajemen serta memberikan kesan dan pesan terhadap program beasiswa Hasmi yang sedang jalan ini. Pihak manajemen tidak melayani pengambilan ijazah di luar jadwal yang telah ditentukan kecuali dengan konfirmasi dan alasan yang jelas kepada ketua MKI (Manajemen Kaderisasi Ilmiah) dan bagian kurikulum satu minggu sebelumnya. Demikian informasi ini disampaikan. Diharapkan seluruh alumni dapat memperhatikan jadwal dan ketentuan yang berlaku agar proses pengambilan ijazah dapat berjalan tertib dan lancar. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak resmi Manajemen PJ (penangung jawab) atau datang langsung ke kantor MKI. PJ Pengambilan Ijazah yaitu saudara Cello Hadi Contac Telegram: 0822-8637-0666
Mahasiswa Beasiswa Pendidikan Islam Akan Melaksanakan Ujian Ma’had Pada Tingkat 1

28 Oktober 2025 Mahasiswa Program Beasiswa Pendidikan Islam Tinggkat 1 (satu) akan melaksanakan ujian akhir tahap 3 (tiga) tahun akademik 2025/2026. Seluruh mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh masing-masing unit kampus atau ma’had.” Sebagai bagian dari proses evaluasi akademik, Kegiatan ujian ini akan dilaksanakan secara luring di seluruh ma,had dan sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh masing-masing unit akademik. Ketua Manajemen Kaderisasi Ilmiah menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian ini bertujuan untuk mengukur capaian pembelajaran mahasiswa selama satu tahap penuh. Oleh karena itu, seluruh mahasiswa diharapkan dapat mengikuti ujian dengan tertib, mematuhi tata tertib ujian, dan menunjukkan integritas akademik yang tinggi. MKI juga mengimbau kepada seluruh dosen. Asatidzh dan tenaga kependidikan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, termasuk dalam hal penyusunan soal, pengawasan ujian, dan penilaian hasil ujian sesuai dengan standar mutu akademik yang berlaku. Jadwal lengkap pelaksanaan ujian dapat diakses melalui laman resmi MKI atau diumumkan oleh masing-masing umit. Bagi mahasiswa yang memiliki kendala khusus, dihimbau segera menghubungi bagian akademik fakultas untuk mendapatkan informasi dan solusi yang tepat. Demikian informasi ini disampaikan agar dapat menjadi perhatian bersama. Semoga pelaksanaan ujian berjalan lancar dan seluruh civitas akademika dapat menjalankan peran masing-masing dengan sebaik-baiknya.
Wisuda Mahasiswa Program Beasiswa Pendidikan Islam

Program Beasiswa Pendidikan Islam kembali mengukir sejarah dengan mewisuda sebanyak 103 mahasiswa dalam upacara wisuda ke-14 yang digelar pada Ahad, 12 Oktober 2025, di Aula Graha Utama Padjadjaran Suite BNR Bogor. Acara berlangsung secara luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan disaksikan langsung oleh keluarga wisudawan, civitas akademika, serta tamu undangan dari berbagai instansi mitra kampus. Dalam sambutannya, Rektor STAI Al-Hidayah, Dr. Unang Wahidin, S.Pd., M.Pd.I. menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan semangat pembaruan dalam menghadapi dunia kerja dan Dakwah. “Hari ini adalah titik awal. Ilmu yang telah kalian pelajari bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bekal untuk menghadapi tantangan sesungguhnya di tengah masyarakat. Kami percaya kalian akan menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan,” ujarnya. Salah satu wisudawan terbaik, Pancer Aulia dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, mengungkapkan rasa harunya dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan predikat cumlaude. “Perjuangan ini bukan hanya milik saya, tapi juga orang tua dan dosen yang selalu mendukung. Semoga apa yang saya capai bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik mahasiswa lainnya,” katanya. Prosesi wisuda ditutup dengan pelepasan simbolik tali toga oleh Rektor. Suasana haru menyelimuti seluruh ruangan ketika para wisudawan berdiri dan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka yang hadir.
Berlomba Dalam Kebaikan

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh.. suatu ketika orang-orang faqir dari kalangan sahabat Muhajirin menemui Rasulullah saw untuk menanyakan sesuatu yang menurut mereka sangat penting… mereka mengatakan: ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ “ya Roululloh… Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat yang tinggi di sisi Alloh dan kenikmatan yang abadi.”…………… Apa itu? يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى “Mereka shalat sebagaimana kami shalat, وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, وَيَتَصَدَّقُونَ وَلاَ نَتَصَدَّقُ namun ketika mereka bersedekah, kami tidak mampu melakukannya, وَيُعْتِقُونَ وَلاَ نُعْتِقُ. Ketika mereka mampu membebaskan tawanan, kami tak mampu melakukannya.” Mendengar itu, Rosululloh saw pun bersabda: “Maukah aku ajarkan kepada kalian, suatu amal yang dengannya kalian bisa menyamai amal mereka, bahkan tak ada seorang pun yang bisa melebihi keutamaaan kalian? kecuali orang tersebut juga berbuat seperti yang kalian lakukan..“ Mereka menjawab, “tentu ya Rasulullah” Lalu Nabi saw pun bersabda تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ مَرَّةً » “hendaklah kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid sebanyak 33 kali di setiap selesai shalat fardhu.” Setelah mendengar sabda Nabi saw tersebut, merekapun pulang dengan senang hati, karena mereka mendapatkan suatu amal yang kalau dilakukan bisa menyaingi amalannya orang-orang kaya… Kemudian, Ketika waktu sholat fardhu telah selesai, mereka pun berzikir dengan semangat sebagaimana yang telah diajarkan Nabi saw… Ma’asyirol muslimin… setelah ebberapa waktu, orang-orang kaya itupun tahu bahwa Rosululloh saw-lah yang mengajarkan mereka zikir tersebut… lalu merekapun ikut berzikir sebagaimana orang-orang faqir berzikir… Apa yang terjadi setelah orang-orang fakir itu melihat bahwa orang-orang kaya pun berzikir sebagaimana mereka berzikir?.. mereka kembali menghadap Rosululloh saw, mereka mengatakan; سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا، فَفَعَلُوا مِثْلَهُ. “Ya Rosululloh… Ternyata saudara-saudara kami yang kaya itu, telah mendengar zikir yang kami kerjakan, lalu mereka pun juga mengerjakannya!” Lantas Nabi saw bersabda: « ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ » “Itu adalah karunia Alloh yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya!” HR. Bukhari dan Muslim Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… pada hadis yang mulia ini, terdapat banyak faidah yang mesti kita jadikan pelajaran dalam kehidupan kita… di antaranya: Yang pertama: hadis ini menunjukkan kepada kita tentang persaingan yang menakjubkan, berlomba dalam amal sholeh, berlomba dalam kebaikan… perlombaan yang semestinya juga terjadi pada kita semua… karena memang Alloh swt memerintahkan kita untuk saling bersegera dalam amal sholeh…Alloh swt berfirman سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ “Berlomba-lombalah kalian untuk beramal sholeh, yang bisa menghantarkan kalian kepada ampunan Rabb kalian dan juga bisa menghantarkan kalian ke dalam surga yang luasnya seluas langit dan bumi…” (QS. Al Hadiid: 21) Kemudian, faidah yang kedua: hadis ini mestinya menjadi cermin bagi kita… yang merasa faqir, teladanilah orang faqir dari kalangan para sabahat, dimana mereka sama sekali tidak sedih apalagi iri terhadap orang-orang kaya dalam hal materi dunia, baik itu uang, rumah, pakaian ataupun kendaraan mereka… Yang mereka sedihkan adalah karena mereka tak mampu beramal seperti beramalnya orang-orang kaya, seperti berinfak fie sabilillah, zakat, haji dan lain-lain… karena mereka tak punya harta… ketika orang-orang faqir tidak bisa ikut berjihad di jalan Alloh, lantaran tidak ada kendaaraan yang bisa digunakan… mereka bersedih..kesedihan yang Alloh abadikan dalam firman-Nya: تَوَلَّوْا وَّاَعْيُنُهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا اَلَّا يَجِدُوْا مَا يُنْفِقُوْنَۗ ٩٢ “Mereka pun kembali pulang sambil bercucuran air mata lantaran sedih karena tidak memiliki harta yang bisa mereka infakkan (untuk ikut berjihad di jalan Alloh). (At-Taubah: 92) Kemudian, Hadis ini juga semestinya menjadi cermin bagi orang-orang kaya zaman ini.. dimana harta mereka tidak melalaikan mereka. Mereka semangat beramal sholeh dan juga rajin berinfak di jalan Alloh. Mereka tidak menghambur-hambur hartanya untuk menyumbang acara-acara yang dimurkai Alloh, seperti pesta-pesta, konser-konser musik, ritual-ritual kesyirikan, ataupun untuk acara hura-hura lainnya… Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… kemudian faidah yang ketiga: bahwa hadis ini terdapat kabar gembira bagi orang-orang beriman, dimana jalan-jalan kebaikan dalam Islam itu begitu banyak. ketika amal A tidak mampu dilakukan, ada amal B yang mampu kita kerjakan… فَكُلٌ تَسبِيْحةٍ صَدقةٌ ، وكُلُّ تحْمِيدَةٍ صدقَةٌ ، وكُلُّ تهْلِيلَةٍ صَدَقةٌ ، وكلُّ تَكْبِيرةٍ صَدَقَةٌ ، وأمْرٌ بالمعْرُوفِ صدقَةٌ ، ونَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صدقَةٌ » رواه مسلم . “Mengucapkan subahanalloh adalah sedekah, meng-ucapkan alhamdulillah adalah sedekah, mengucapkan Laa ilaaha illalloh adalah sedekah, mengucapkan Allahu Akbar adalah sedekah, beramar ma’ruf adalah sedekah, dan melarang kemungkaran juga sedekah…” (HR. Muslim) Jadi, bagaimanapun kondisi kita, selalu ada jalan untuk beramal sholeh, selalu ada jalan untuk kebaikan… Ma’asyirol muslimin.. demikianlah beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari hadis yang mulia ini… semoga Alloh swt memberikan hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita bisa bersemangat untuk beramal sholeh baik sholatnya, sedekahnya, dakwahnya dan amal-amal sholeh lainnya… أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
Beramal Sholeh

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ … فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Alloh berfirman dalam QS. Fushilat ayat 46: مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ (٤٦) “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu Menganiaya hamba-hambaNya.” Pada ayat yang mulai ini kita diingatkan bahwa ketika kita beribadah, beramal sholih manfaatnya bukan untuk orang lain apalagi untuk Alloh … namun semua amal sholih yang kita lakukan, manfaatnya akan kembali kepada kita yang beramal… Syaikh Abdurrahman as Sa’diy dalam Taisiru Karimir Rahman mengaatakan, “Amalan yang baik dinamakan amal shalih karena dengan sebab amal shalih yang dilakukan seorang hamba, urusan dunia dan akhiratnya akan menjadi baik dan akan hilang seluruh keadaan-keadaannya yang buruk.” (Taisiru Karimir Rahman: 1/62,cet:Markaz Shalih bin Shalih ats Tsaqafiy). Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… Alloh telah banyak memberikan dorongan kepada kita untuk beramal sholeh… Di antara targhib motivasi dari Alloh agar kita semangat beramal sholeh.. Yang pertama: Alloh Menjamin Kehidupan Orang yang beramal sholih dengan kehidupan yang baik, di dunia terlebih di akhirat. Alloh swt berfirman dalam QS. An-Nahl: 97, مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٩٧ 97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. الرزق الحسن في الدنيا, الرِّزْق الْحَلَالِ الطَّيِّبِ, القناعة, السعادة Kemudian yang kedua: Alloh Menjamin Orang-orang yang beramal sholih, bahwa Dosa dan Kesalahan mereka Akan diampuni dan dihapus. Alloh swt berfirman dalam QS. Al-Ankabut: 7, وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَحْسَنَ الَّذِيْ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٧ 7. dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka Balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. Pada ayat yang lain, Alloh swt berfirman, فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ٥٠ 50. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. (QS. Al-Hajj: 50) Kemudian yang ketiga: Alloh Menjamin orang-orang yang beramal sholih, mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Alloh swt berfirman dalam QS. Al-Bayyinah: 7-8, إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ ٱلْبَرِيَّةِ ٧ جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّـٰتُ عَدْنٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ ٨ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah Sebaik-baik makhluk… Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. Kemudian yang keempat: Orang yang beramal sholih dijanjikan dapat bertemu dengan Alloh swt. Alloh swt berfirman dalam QS. Al-Kahfi: 110, قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًۭا صَـٰلِحًۭا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا ١١٠ 110. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. Jarir bin Abdullah berkata: “Kami pernah duduk bersama Rasulullah, kemudian beliau memandang bulan yang sedang purnama, lalu beliau bersabda: ”Sesungguhnya kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, tidak ada yang menghalangi kalian untuk melihat-Nya.. [HR.Bukhari Muslim] Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… demikia juga Rosululloh banyak memberikan motivasi agar kaum muslimin giat untuk berama sholih… Beliau sering mengingatkan dengan sabdanya: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah melihat kepada hati dan amal shalih kalian.” (HR. Muslim) يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ “Ada tiga perkara yang akan mengiringi seorang yang meninggal dunia. Dua perkara akan kembali, dan hanya satu yang akan tetap tinggal. Perkara yang akan mengiringinya: keluarga, harta, dan amalannya. Namun keluarga dan hartanya akan pulang (meninggalkannya), dan hanya amalannyalah yang akan tetap tinggal (menemaninya).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) “datang kepadanya seorang laki-laki yang berwajah tampan, berpakaian rapi, dan wangi aromanya, kemudian ia berkata, “Berbahagialah dengan hal yang membuatmu senang. Inilah hari yang dahulu dijanjikan kepadamu.” Maka seorang mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan.” Maka ia pun menjawab, “Aku adalah amal shalihmu.”” (HR. Ahmad) KHUTBAH KEDUA الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ..
Bahaya Syirik

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ … Kaum muslimin rohimakumulloh… Alloh berfirman dalam Qur’an surat Ibrohim ayat 35: وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ (٣٥) “dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Robbku, Jadikanlah negeri Mekkah ini, negeri yang aman, dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.” Ayat ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrohim as kepada Alloh … dan kita tahu bahwa Beliau merupakan kekasih Alloh, Nabi yang benar-benar bertauhid, dan bagaimana beliau pernah menghancurkan berhala-berhala dengan tangannya sendiri… akan tetapi beliau tetap saja merasa takut perbuatan syirik ini terjadi pada beliau dan juga anak-anaknya… Demikian juga dengan Nabi Muhammad , beliau senantiasa berdoa: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari perbuatan syirik yang tidak aku ketahui” (HR al-Bukhari) Lantas bagaimana dengan kita? Tentunya kita harus lebih waspada lagi dan lebih dituntut lagi untuk meminta perlindungan kepada Alloh dari perbuatan syirik ini… Kaum muslimin rohimakumulloh… sadarilah bahwa kita ini hidup di tengah-tengah merebaknya kesyirikan, banyaknya para dukun santet, dukun pemburu dukun santet, pemburu hantu dan dukun-dukun lainnya… maraknya ilmu-ilmu pelet, santet dan tenaga dalam… banyaknya orang-orang yang bersekutu dengan jin untuk medapatkan kekuatan supra natural atau untuk mencari kekayaan… semua itu telah tersebar dan disaksikan oleh jutaan kaum muslimin baik secara langsung maupun melalui media sosisal seperti youtube dan lain-lain… kaum muslimin rohimakumulloh… jika kita melihat realita kesyirikan yang mengerikan ini, sudah selayaknya kita banyak-banyak meminta perlidungan kepada Alloh agar selamat dari kesyirikan ini… selain itu, semua kita harus bahu membahu tanpa henti, untuk saling mengingatkan, bahwa betapa berbahayanya perbuatan syirik ini… dampaknya sungguh sangat mengerikan…baik di dunia terlebih di akhirat kelak… dan di sepanjang sejarah kehidupan, ketika bencana-bencana, musibah-musibah terjadi dari berbagai sisi kehidupan… di belakangnya selalu ada Kesyirikan yang dilakukan… coba kita perhatikan… Alloh berfirman tentang bahayanya kesyirikan, dalam Qur’an surat Al An’am ayat 88: ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ “Seandainya mereka berbuat syirik, niscaya gugurlah amal-amal yang telah mereka kerjakan.” (QS. al-An’am: 88) Juga pada surat Al-Furqon ayat 23: وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا (٢٣) “Kami hadapkan semua amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan” (QS. Al-Furqon: 23) Dalam 2 ayat ini, sangat jelas sekali ancaman bagi mereka yang berbuat syirik… seluruh amalnya tidak bernilai sama sekali di sisi Alloh swt… Sholatnya, puasanya, hajinya, infaq shodaqohnya dan lain sebagainya…semua tak berbekas dan tak bernilai… bagaikan debu yang beterbangan… Kemudian dalam surat an-Nisa ayat 48, Alloh juga berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Alloh bisa saja mengampuni dosa selain (syirik), bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Karena siapa yang berbuat syirik kepada Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang amat besar.” [QS. an-Nisa’ (4): 48] Ini adalah ancaman kedua kepada mereka yang berbuat kesyirikan… mereka tidak akan pernah diampuni Alloh jika mereka tidak bertaubat sebelum matinya… padahal Alloh itu Ghofurur-rohim (Maha pengampun lagi Maha penyayang)… tapi untuk perkara syirik ini, tidak ada ampunan bagi mereka… Kemudian, di dalam surat Al-Maidah ayat 72, Alloh pun berfirman: إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ “Sesungguhnya orang yang berbuat syirik, telah diharamkan oleh Alloh untuk memasuki surga dan tempat yang layak baginya adalah neraka, serta tidak akan ada seorang penolong pun yang dapat membantu orang-orang zalim itu.” (QS. Al Maidah: 72). Kaum muslimin rohimakumulloh… setelah Alloh menggugurkan amal-amal mereka, kemudian Alloh tidak akan mengampuni mereka… Alloh menambah derita pelaku kesyirikan ini, bahwa mereka diharamkan masuk surga selamanya… dia tidak akan pernah merasakan nikmatnya memasuki surga, nikmatnya segala fasilitasnya yang telah Alloh sediakan bagi mereka yang memasuki surga… Lantas dimana tempat orang-orang yang berbuat syirik? وَمَأْوَاهُ النَّارُ “…tempatnya ada di neraka…” Mereka akan akan dibakar dengan api yang panasnya 69 kali lipat dari panasnya api dunia… dan mereka akan kekal merasakan azab-Nya…. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik, (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6). أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ Kaum muslimin rohimakumulloh… tidak ada pilihan bagi kita, jika kita ingin selamat dari neraka dan bahagia masuk ke dalam jannah, kecuali kita harus menjadi orang-orang bertauhid dan menghindar sejauh-jauhnya dari praktek-praktek kesyirikan… karena.. مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ “Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak berbuat syirik, pasti akan masuk surga… dan sebaliknya, Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik, ia pasti akan masuk neraka.” (HR. Muslim) Semoga kita dan keluarga kita semua dijauhkan oleh Alloh dari perbuatan syirik ini dan dari dampak buruknya سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَلَمِيْنَ..
Bahaya Khomer

إن الحمد لله نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أما بعد، فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد { ص ع م } وشر الأمور محدثاتها و كل محدثات بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار Maasyirol muslimin rohimakumulloh… Alloh swt berfirman dalam surat al Maaidah ayat 90… يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون، “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib, semuanya merupakan dosa yang termasuk dari perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keselamatan di dunia dan akhirat..” (QS. Al-Maidah: 90) Pada ayat yang mulia ini sangat jelas sekali bahwa Alloh swt telah mengharamkan khomer atau minuman keras dan memerintahkan kita semua untuk tidak meminumnya bahkan mendekatinya saja kita dilarang… Dan kita sudah yakini bersama, bahwa ketika Alloh swt mengharamkan sesuatu pasti di dalamnya ada keburukan, kerusakan dan keberbahayaan…termasuk ketika Alloh mengharamkan untuk meminum khomer ini. Namun, sangat2 disayangkan… di negeri yang katanya mayoritas kaum muslimin, negeri yang katanya menjungjung adab ketimuran… justru khomer ini bisa didapat dengan mudah oleh siapapun… Pabriknya sangat banyak sekali, di setiap kota selalu ada, belum lagi warung2 mirasnya sudah tersebar di seluruh wilayah bahkan pelosok sekalipun… Karena itu tidak lagi heran, kita dapati banyaknya remaja-remaji yang sudah candu meminum minuman khomer ini… Bahkan suatu saat akan datang suatu kaum yang justru menghalalkannya…hal ini sebagaimana yang disabdakan Rosululloh saw: لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، “Sungguh akan ada dari umatku, kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi laki2), khomr, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari, 5/2123 no. 5268) Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… untuk mengingatkan kita semua, sekaligus untuk membangun kesadaran kita akan betapa berbahayanya khomer ini, di sini akan disebutkan beberapa hal yang menunjukkan keberbahayaannya… Pertama, bahwa khomer itu… ketika diminum, akan membuat peminumnya mabuk, lalu hilang akalnya… Akal yang kedudukannya sangat penting dalam Islam, Akal yang salah satu fungsinya agar bisa memahami al-Qur’an dan Hadis…agar bisa membedakan yang benar dan yang salah… Tetapi ketika hilang akal sehatnya, perbuatannya tidak bisa dikendalikan lagi… dia akan berbuat semaunya… dia akan selalu membuat onar dan memancing permusuhan, dia tidak lagi bisa beribadah, mengingat Alloh hingga enggan untuk sholat… Inilah tujuan utama setan dalam menyesatkan manusia melalui khomer ini… Alloh swt berfirman: اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ “Setan bertujuan menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian melalui minuman keras dan judi, serta untuk menghalangi kalian dari mengingat Allah hingga meninggalkan sholat… maka kapankah kalian mau berhenti?.” (QS. Al-Maidah: 91) Kemudian yang Kedua, bahwa khomer itu induk dari keburukan dan kejahatan… Hal ini sebagaimana sabda Rosululloh saw: الخَمْرُ أُمُّ الخَبَائِثِ… “Khomer itu adalah induk berbagai macam keburukan…” (HR. Ath-Thabrani. Dalam hadis yang lain, beliau juga bersabda: لَا تَشْرَبْ الْخَمْرَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ كُلِّ شَرٍّ “Janganlah meminum khomr! karena khomer adalah kunci pembuka segala kejahatan.” (HR. Ibnu Majah) Ketika di suatu masyarakat telah merebak para peminum khomer, maka otomatis segala kemungkaran dan segala kerusakan lainnya akan bermunculan. Pembunuhan yang terjadi dimana-mana, belasan ribu orang meninggal dunia setiap tahunnya di negeri kita ini… Tawuran yang hampir terjadi setiap malam.. Pemerkosaan, Perzinahan dan konser-konser kemaksiatan dimana-mana… Semua itu terkadi karena ada miras di tengah-tengah mereka… miras-lah induk dari semua kerusakan itu… Suatu Ketika Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, pernah berkisah…(yang secara singkatnya), bahwa dahulu ada seseorang yang dijebak oleh seorang wanita pezina, sehingga membuatnya harus memilih salah satu dari 3 pilihan.. apakah berzina, ataukah membunuh seorang bayi ataukah meminum khomer… Lalu ia pun memilih minum khamer (karena dari 3 pilihan tersebut inilah yang paling ringan dibandingkan berzina apalagi membunuh). namun apa yang terjadi setelah ia minum? Akal sehatnya hilang…dan ketika akalnya hilang akhirnya ia pun berzina dan juga membunuh bayi itu. Lalu beliau mengatakan, “karena itu jauhilah khamer, demi Alloh, iman itu tidak dapat menyatu dengan khomer di diri seseorang, ketika bersatu, salah satunya pasti keluar.” (HR. An-Nasa’i) Kemudian Yang ketiga, bahwa khomer itu akan mendatangkan laknat Alloh swt… baik bagi Peminumnya maupun mereka yang terkait dengannya, semuanya dilaknat oleh Alloh swt, mereka akan dijauhi Alloh dan mereka terancam mendapat azab-Nya… hal ini sebagaimana sabda Rosululloh: لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ “Alloh melaknat khomr, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang memerasnya, yang mengambil hasil perasan-nya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Abu Dawud) Selanjutnya Yang keempat, peminum khomer, sholatnya tidak diterima, ia tidak diberi pahala atas sholatnya… hal ini sebagaimana sabda Rosululloh: مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ وَسَكَرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةُ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا، وَإِنْ مَاتَ دَخَلَ النَّارَ، فَإِنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ “Barangsiapa minum khomr dan mabuk, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari, dan jika meninggal sebelum bertaubat, maka ia terancam masuk neraka. (Tetapi) jika ia bertobat, maka Alloh akan menerima tobatnya.” (HR. Ibnu Majah). Kemudian yang kelima, pecandu khomer terancam tidak masuk ke dalam surga…hal ini sebagaimana sabda Rosululloh saw: لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ خَمْرٍ “Terancam tidak akan masuk surga, orang yang candu minum khomr.” (HR. Ibnu Majah) أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh… dengan melihat betapa berbahayanya miras ini, baik bagi pribadi, keluarga, masyarakat bahkan negara…